Sportainment | Detail

Gara-Gara Bau Kaki, Sepatu dan Cincin Kawin Andy Murray Digondol Maling

Basudiwa Supraja
Kamis, 07 Oktober 2021, 21:34 WIB
Gara-Gara Bau Kaki, Sepatu dan Cincin Kawin Andy Murray Digondol Maling
Andy Murray mengadakan sayembara untuk menemukan sepatu dan cicin kawinnya yang dicuri di California, Amerika Serikat (Foto: Instagram/Andymurray)

CALIFORNIA - Gara-gara bau kaki, Andy Murray harus kehilangan cincin kawin dan sepatunya di sebuah hotel di California, Amerika Serikat. Dia mengatakan hal itu terjadi karena kesalahannya sendiri.

Usai makan malam dari Indian Wells 2021, Murray awalnya ingin menghilangkan bau kaki pada sepatunya. Mantan petenis nomor satu dunia itu lalu memutuskan untuk menjemur sepatunya di bawah mobil.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/10/2021), Murray sengaja melakukannya karena kamar hotelnya tidak memiliki balkon. Dia pun beralasan tidak mau bau sepatunya menyebar ke seisi kamar hotel.

"Ketika saya kembali ke hotel saya memutuskan bahwa sepatu perlu dikeringkan, saya pun perlu mengeringkannya sedikit. Tidak ada balkon di kamar dan saya tidak ingin meninggalkannya di kamar karena dapat membuat kamar bau,” jelas Murray. 

Masalahnya bukan hanya sepatu yang hilang, tapi Murray juga kehilangan cincin kawin yang diikat pada tali sepatunya. Padahal cincin tersebut selalu menemaninya dalam setiap pertandingan.

Terakhir kali cincin itu pakai dalam sesi latihan menjelang pertandingan pembukanya di turnamen Indian Wells melawan petenis Prancis, Adrian Mannario. Akibat kejadian itu, Murray sempat membuat video sayembara di Instagram untuk menemukan cincin kawinnya itu.

Atas kejadian itu, petenis berusia 34 tahun itu sampai harus membeli sepatu baru untuk laga selanjutnya. Meski tidak masalah, namun dirinya agak sedikit aneh tidak mengenakan sepatu dan cicin kawin yang sering dia kenakan dalam pertandingan.

"Jadi saya pikir saya akan meninggalkan sepatu di bawah mobil semalaman. Ketika saya kembali ke mobil di pagi hari, sepatu itu hilang. Saya harus pergi ke toko olahraga setempat untuk membeli sepatu yang berbeda. Ini bukanlah akhir dari dunia, hanya saja terasa tak ideal,” pungkasnya.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.7696 seconds [13]