logo
F1 | Detail

FIA Akan Beri Sanksi Bagi Pembalap F1 yang Gunakan Platform Olahraga untuk Gerakan Politik

Quadiliba Al-Farabi
Rabu, 11 Januari 2023, 14:45 WIB
FIA Akan Beri Sanksi Bagi Pembalap F1 yang Gunakan Platform Olahraga untuk Gerakan Politik
Mohammed Bin Sulayem terpilih sebagai Presiden FIA dalam Sidang Tahunan di Paris, Prancis (Foto: FIA)

PEMBALAP Formula 1 telah diperingatkan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, agar tidak menggunakan platform olahraga untuk agenda pribadi mereka, termasuk aksi politik. Seandainya itu terjadi, sang pembalap terancam disanksi.

Mohammed Ben Sulayem berbicara pada Senin (9/1/2023) lalu mengenai aturan baru yang diumumkan bulan lalu. FIA mewajibkan para pembalap F1 untuk mendapatkan izin sebelum menampilkan pernyataan politik atau agama.

Seperti diketahui, para pembalap F1 beberapa kali menyuarakan pendapatnya terhadap isu kesetaraan dan kesehatan lingkungan. Tak jarang, mereka menggunakan platform yang berkaitan dengan olahraga untuk hal itu.

Misalnya, Lewis Hamilton untuk pertama kali mengenakan helm pelangi di Grand Prix Arab Saudi musim lalu. Dia pun berencana melakukannya lagi untuk kedepannya.

Pihak FIA bukannya melarang hal tersebut, apalagi jika pendapatnya berkaitan dengan alasan perdamaian dunia. Tapi para pembalap harus meminta izin lebih dulu guna menghindari pesan-pesan yang tendensius.

“Kami turut prihatin dengan isu sensitif (misalnya). Anda dapat menggunakan olahraga ini untuk alasan perdamaian. Tapi satu hal yang tidak kami inginkan adalah menjadikan FIA sebagai platform untuk agenda pribadi,” ucap Ben Sulayem dikutip laman i.stuff.co, Rabu (11/1/2023).

 

Follow Berita Sportstars di Google News

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1824 seconds [12]