Netting | Detail

Evaluasi Piala Uber 2020: Tunggal Perlu Perhatian, Ganda Ada Tanda Regenerasi

Rifqi Herjoko
Jum'at, 15 Oktober 2021, 08:15 WIB
Evaluasi Piala Uber 2020: Tunggal Perlu Perhatian, Ganda Ada Tanda Regenerasi
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhasil menang (Foto: Badminton Photo)

AARHUS – Tim bulu tangkis Indonesia kembali gagal di Piala Uber 2020 usai ditaklukkan Thailand di babak perempat final Jumat (15/10/2021). Sekilas, rapor pemain telah terlihat dari ajang tersebut. Sektor tunggal dan ganda putri perlu terus dibenahi. Namun, sektor ganda mulai menunjukkan tanda-tanda regenerasi.

Indonesia menurunkan skuad yang didominasi pemain muda pada ajang bergengsi edisi kali ini. Tercatat, hanya Greysia Polii yang dapat disebut senior dari segi umur dan pengalaman. Sisanya, PBSI mempercayakan pemain usia 20-an untuk berlaga di Piala Uber kali ini.

Adapun nama penggawa muda yang diturunkan di ajang kali ini adalah pemain sektor tunggal Putri Kusuma Wardani, Ester Nurumi Tri Wardoyo, serta Gregoria Mariska Tunjung. Untuk sektor ganda, ada duet Siti Fadia/Ribka Sugiarto yang dipercaya terus tampil sejak laga pembuka.

Hasilnya pun sejatinya tidak terlalu buruk. Indonesia berhasil lolos dari babak grup meski berstatus runner up. Tim Uber Indonesia tergabung di Grup A bersama Jepang, Indonesia, Prancis, dan Jerman.

Penampilan para penggawa muda di babak grup pun cukup memuaskan, meski masih terdapat banyak kekurangan. Pujian patut diberikan secara khusus pada pasangan Siti Fadia/Ribka Sugiarto yang mulai bermain lebih tenang di setiap laga demi laga.

Pasangan muda itu berhasil menyapu bersih partai melawan Jerman dan Prancis dengan kemenangan. Sayang, pada laga melawan Jepang pasangan peringkat 34 dunia itu harus berhadapan dengan ganda unggulan Mayu Matsumoto/ Nani Matsuyama.

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2524 seconds [12]