Hobi | Detail

Dilema Pemerintah untuk Memajukan Industri Esports

Saliki Dwi Saputra
Senin, 28 Juni 2021, 15:45 WIB
Dilema Pemerintah untuk Memajukan Industri Esports
Ilustrasi Esports (Foto: Unsplash)

ESPORTS atau singkatan dari Eletronic Sports menjadi budaya baru di era digital. Memanfaatkan strategi dan kerjasama tim, esports kini berkembang menjadi cabang olahraga paling diminati anak muda, termasuk di Indonesia.

Tidak ada rujukan pasti kapan dan siapa yang menjadi pioner berkembangnya esports di din Indonesia. Namun banyak sumber mengatakan bahwa esports bermula dari kompetisi video gim Nintendo di era tahun 70-an hingga 80-an.

Dua dekade berlalu, kemunculan internet yang tumbuh cepat memberikan dampak besar pada kemajuan esports. Turnamen yang biasanya digelar dalam media PC atau konsol kini berevolusi ke dalam ponsel pintar.

Berangkat dari situlah banyak gim yang mewarnai dunia esports. Genrenya pun bermacam-macam. Mulai dari yang populer Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), First Person Shooter (FPS), battle royalracing, hingga pertandingan olahraga pada umumnya dalam konsep virtual. Konsep pertandingan yang bisa ditonton secara langsung tanpa harus datang ke venue juga jadi alasan mengapa banyak anak muda tertarik terjun menjadi atlet esports.

Menelisik tiga tahun lalu, esports kemudian masuk ke dalam cabor eksibisi Asian Games 2018. Puncaknya kemudian ada dalam kompetisi internasional Indonesia Games Championship dimana diikuti oleh 9.000 perserta dan 13.000 pengunjung. 

Sejumlah tim esports tanah air pun menjamur di tanah air. Pemerintah lewat Kemenpora pun bertindak cepat lewat pembentukan Pengurus Besar Esport Indonesia (PBESI) pada awal 2020 lalu. PBESI diharapkan mampu memberi wadah bagi kemajuan prestasi esports Indonesia di level internasional.

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 1.0997 seconds [13]