Bola Lainnya | Detail

Digugat Target Eleven di Pengadilan Indonesia, Begini Jawaban PSSI

Furqon Al Fauzi
Jum'at, 24 Juni 2022, 15:16 WIB
Digugat Target Eleven di Pengadilan Indonesia, Begini Jawaban PSSI
Logo PSSI (Foto: PSSI)

JAKARTA - Perusahaan asal Belgia Target Eleven menggugat PSSI di Pengadilan Indonesia (PKPU). Hal itu menyusul informasi bahwa PSSI telah memenangkan kasus dengan Target Eleven di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss.

Perihal gugatan tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus mengatakan pihaknya tak ingin terlalu menanggapi.  "Biarkan saja itu hak mereka. Kami tidak ingin terlalu menanggapi," kata Yunus Nusi saat dimintai konfirmasi oleh Sportstars.id.

Dalam konfirmasi tersebut Yunus Nusi juga menyertakan surat dari CAS yang dianggap telah membatalkan tuntutan tersebut dan memenangkan PSSI.

Hal itu dikarenakan tim penuntut tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta oleh CAS. Sebelumnya CAS sudah melayangkan permintaan kepada Target Eleven sejak Jumat (3/6/2022).

Pihak panitia arbitrase itu memberikan durasi kurang lebih selama satu pekan. Namun hingga Senin (6/6/2022) Target Eleven belum juga memenuhi persyaratan tersebut.

Pengacara PSSI di CAS, Sophie Roud menegaskan perkara tuntutan tidak bisa dilanjutkan jika hal tersebut tidak terpenuhi. Lantaran Target Eleven dinilai tidak bisa memenuhi bukti tuntutannya kepada PSSI.

Seperti yang diketahui, PSSI menerima gugatan tersebut sejak pertengahan Maret lalu. Namun tidak jelas alasan kuat Target Eleven meminta hak utangnya kepada PSSI.

PSSI sejatinya telah menjalin kerja sama dengan Target Eleven sejak 2011 lalu. Salah satu bentuk kerja sama itu berupa pengelolaan kompetisi sepak bola dari dua divisi liga kala itu dan sepakat pada 2013 kala PSSI dipimpin oleh Djohar Arifin Husein.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pada saat ini sempat terjadi kontroversi mulai dari kasus korupsi, match fixing, dan sejumlah perubahan dari kubu PSSI  yang membuat permasalahan kian kompleks. Kerja sama semakin buruk ketika PSSI terkena sanksi pada 2015 lalu.

Akibatnya itu membuat rugi Target Eleven yang terus menjalankan kerja sama sesuai dengan kesepakatan kontrak pada 2013. Pasalnya mereka tidak menerima pembayaran dari pihak PSSI.
 

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1654 seconds [12]