logo
Tim Nasional | Detail

Diduga Tak Hormati Mendiang Ratu Elizabeth II, Bek Arsenal Tuai Kontroversi

Ilham Sigit Pratama
Jum'at, 23 September 2022, 16:30 WIB
Diduga Tak Hormati Mendiang Ratu Elizabeth II, Bek Arsenal Tuai Kontroversi
Kieran Tierney (Foto: Media Arsenal)

GLASGOW - Bek Arsenal Kieran Tierney mencuri perhatian saat membantu Timnas Skotlandia menang atas Ukraina dalam lanjutan UEFA Nations League. Pada laga tersebut, Tierney tampak mencopot ban hitam yang dikenakan semua pemain sebagai tanda penghormatan untuk Ratu Elizabeth II dan ditaruh begitu saja di pinggir lapangan.

Para pemain Timnas di Britannia Raya memang wajib mengenakan ban hitam di lengan untuk memberi pengormatan kepada mendiang sang Ratu. Namun Tierney enggan melakukannya.

Dalam tayangan televisi, Tierney tampak enggan menyanyikan lagu God Save the Queen di saat rekan-rekannya bernyanyi sebelum kick off menghadapi Ukraina di UEFA Nations League pada Kamis 22 September 2022. Tindakannya tentu menyulut amarah publik sepak bola Inggris.

Namun tak sampai di situ, berdasarkan foto yang diunggah akun Twitter fanbase Arsenal, @arsenalentity, Tierney tampak enggan mengenakan ban lengan hitam pada laga tersebut. Tierney terlihat justru membuang ban hitam tersebut begitu saja di pinggir lapangan.

Ban hita Tierney bersama Timnas Skotlandia

Laga itu sendiri dimenangkan oleh Skotlandia dengan tiga gol tanpa balas. Berlangsung di Hampden Park, Glasgow, Tartan Army –julukan Skotlandia mendulang poin penuh berkat gol John McGinn (70’), dan brace Lyndon Dykes (80’ dan 87’).

Tindakan Tierney memang masuk akal mengingat latar belakangnya sebagai didikan asli akademi Glasgow Celtic. Sekadar informasi, hubungan Celtic dan Kerajaan Britannia Raya tidaklah harmonis.

Celtic merupakan klub yang tidak mengubah logo mereka di media sosial ketika Ratu mangkat. Para suporter juga tanpa ragu membentangan banner bertuliskan perayaan atas meninggalnya pemimpin terlama Kerajaan Inggris tersebut.

Pada laga Liga Champions kontra Shakhtar Donetsk, para suporter Celtic membentangkan spanduk bertuliskan f**k the crown. Kemudian di laga Liga Skotlandia versus St. Mirren, mereka membentangkan spanduk bertuliskan if you hate the royal family clap your hands.

Kebencian Celtic kepada Kerajaan Inggris sudah terjadi selama puluhan tahun, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah politik. Sebagian masyarakat Katolik di Glasgow menyuarakan kemerdekaan penuh Irlandia Utara dari Inggris Raya.

Latar belakang Celtic sebagai klub yang lahir dari kaum buruh juga turut menjadi faktor. Kerajaan Inggris disalahkan atas awetnya kesenjangan antar kelas di Britannia Raya.
 

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2228 seconds [12]