Hobi | Detail

Dianggap Sehat, Mengapa Mantan Atlet Tetap Bisa Alami Penyakit Jantung?

Siska Permata Sari
Selasa, 06 Juli 2021, 14:20 WIB
Dianggap Sehat, Mengapa Mantan Atlet Tetap Bisa Alami Penyakit Jantung?
Prosesi Pemakaman Markis Kido (Foto: MPI)

JAKARTA - Jika mendengar kata ‘atlet’, yang terlintas di benak adalah orang-orang yang selalu aktif berolahraga dan sehat. Hal tersebut tentu berkaitan dengan gaya hidup sehat dan aktif selama menjadi atlet. Lalu, bagaimana jika sudah tidak lagi menjadi atlet atau pensiun?

Belum lagi, adanya beberapa kasus banyak mantan atlet yang meninggal dunia karena serangan jantung. Terbaru seperti yang dialami mantan pebulu tangkis Indonesia Markis Kido. Apakah ini ada kaitannya dengan olahraga yang dia lakoni sebelum menjadi atlet?

Spesialis kedokteran olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi kondisi kesehatan mantan atlet yang sudah pensiun. Salah satunya adalah pola hidup yang dijalankan selama menjadi atlet dan kehidupan setelah pensiun.

“Meskipun mantan atlet, kan kemungkinan yang bisa terjadi adalah, selama jadi atlet dia hidup, sehat, fit rajin latihan. Tetapi semenjak pensiun jadi atlet, misalnya, aktivitas fisiknya atau latihannya itu stop. Ini bisa meningkatkan risiko kesehatan seperti peningkatan berat badan,” kata dr Andi saat dihubungi MNC Portal, belum lama ini.

Dia mengatakan, meski harus melakukan aktivitas fisik secara rutin, para mantan atlet juga perlu berhati-hati dengan intensitasnya. Sebab, aktivitas fisik yang intensitasnya berat, dapat memicu masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung hingga serangan jantung. 

“Badannya atau kondisi fisiknya mungkin sudah tidak seperti dulu waktu menjadi atlet, tetapi aktivitas fisiknya atau intensitas olahraga masih seperti atlet. Ini yang bisa menjadi beban (bagi jantung) dan berbahaya,” ujarnya. 

Dia menyarankan, agar mereka yang sudah pensiun sebagai atlet untuk tetap berkativitas fisik dengan intensitas yang telah disesuaikan dan menjaga pola hidup sehatnya. Seperti mengonsumsi makanan yang sehat, rutin melakukan medical check-up, dan beraktivitas fisik.

“Ketika dia (mantan atlet) itu tidak me-maintain gaya hidupnya setelah jadi atlet, maka biasanya akan lebih berisiko menjadi obesitas, kolesterol, dan lain-lain. Terlebih jika sudah ada faktor genetik,” jelas dr Andi. 

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2859 seconds [13]