Tim Nasional | Detail

Derita Heat Stroke, Alasan Wasit Tunisia vs Mali Hentikan Laga di Menit 85

Rio Eristiawan
Jum'at, 14 Januari 2022, 14:30 WIB
Derita Heat Stroke, Alasan Wasit Tunisia vs Mali Hentikan Laga di Menit 85
Wasit Piala Afrika 2021 Janny Sikazwe (Foto: Sportbible)

LIMBE  - Kepala Wasit Piala Afrika (AFCON) klarifikasi perihal wasit Janny Sikazwe yang bertugas pada laga Tunisia vs Mali. Saat itu, Janny menuai banyak kontroversi terkait kepemimpinannya.

Salah satunya Janny meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir pada menit 85 dan 90. Alhasil laga pembuka Grup F Piala Afrika 2021 antara Tunisia menghadapi Mali di Stadion Stade Limbe, Kamerun, Rabu (12/1/2022) berakhir penuh drama. 

Dalam pertandingan tersebut Mali berhasil menang 1-0 atas Tunisia yang menolak melanjutkan pertandingan usai jumpa pers. Sebagai informasi, Janny Sikazwe meniup peluit saat laga bahkan belum mencapai 90 menit. Ia pertama kali melakukannya pada menit ke-85, lalu Sikazwe kembali meniup lagi di menit ke-89.

Akibatnya timnas Tunisia meluapkan amarah karena keputusan wasit. Bahkan pelatih Tunisia, Mondher Kebaier masuk ke dalam lapangan untuk melakukan protes kepada Sikazwe.

Sementara Kepala Wasit AFCON, Essam Abdel-Fatah menjelaskan bahwa Sikazwe menderita heat stroke (kepanasan) dan dehidrasi yang sangat parah sepanjang pertandingan. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa Sikazwe menyudahi pertandingan lebih cepat.

"Wasit menderita heat stroke dan dehidrasi yang sangat parah, yang membuatnya kehilangan fokus dan dibawa ke rumah sakit," kata Abdel-Fatah dilansir dari SportBible, Jumat (14/1/2022)

“Itu menyebabkan dia mulai tidak kuat menahannya sejak menit ke-80 dan mengakhiri pertandingan di menit ke-85. Dia kembali setelah arahan dari staf asisten dan kemudian menyelesaikan pertandingan di menit ke-89,” ucapnya.

Lebih lanjut, Abdel-Fatah mengatakan pertandingan sebenarnya masih bisa dilakukan dengan melakukan pergantian wasit. Tetapi Tunisia menolak untuk kembali bermain.

"Ketika krisis terjadi dan keberatan serta kontrol hilang dalam pertandingan, wasit keempat adalah orang yang akan menyelesaikan pertandingan. Tetapi salah satu dari kedua tim menolak," sambungannya.

Pertandingan yang berlangsung di Limbe, Kamerun, itu penuh dengan insiden, termasuk dua penalti, kartu merah, dan banyak aksi VAR. Sementara Sikazwe sendiri sejatinya pernah diskors pada tahun 2018 karena tuduhan korupsi.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1126 seconds [13]