logo
Ragam Lainnya | Detail

CdM Tim Indonesia Jelaskan Alasan Kontingen Merah Putih Berangkat Secara Bertahap ke ISG

Tim Sportstars
Jum'at, 05 Agustus 2022, 18:50 WIB
CdM Tim Indonesia Jelaskan Alasan Kontingen Merah Putih Berangkat Secara Bertahap ke ISG
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Rafiq Hakim Radinal (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA - Jelang opening ceremony Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Rafiq Hakim Radinal, memastikan kesiapan kontingen. Dia mengatakan keberangkatan Tim Indonesia dilakukan bertahap karena disesuaikan dengan jadwal pertandingan. 

Nantinya rombongan besar rencananya bertolak pada Senin (8/8/2022) malam WIB. Kemudian disusul oleh beberapa cabor lainnya.

"Sejauh ini ada dua cabang olahraga (cabor) yang berada ke Konya, yaitu menembak dan balap sepeda. Malam ini atletik akan berangkat, disusul taekwondo sehari setelahnya. Saya bersama panahan, renang, angkat besi, dan gulat berangkat 8 Agustus. Setelahnya masih ada keberangkatan cabor yang disesuaikan dengan jadwal pertandingan mereka,” kata Rafiq dalam keterangan pers, Jumat (5/8/2022).

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Rafiq Hakim Radinal (Foto: NOC Indonesia)
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Rafiq Hakim Radinal (Foto: NOC Indonesia)

Dia mengatakan keberangkatan Tim Indonesia dilakukan bertahap sebagai langkah efisiensi anggaran. Apalagi, resesi dunia dan kondisi perang Rusia-Ukraina memberikan dampak besar bagi kondisi perekonomian di seluruh negara. 

Hal ini berimbas pada melonjaknya harga tiket pesawat menuju Konya, sehingga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), dan CdM memutuskan memberangkatkan kontingen dengan jumlah terbatas, hanya 13 cabor.

Berdasarkan skala prioritas Komisi Sport and Development (KSD), hanya 12 cabor yang menggunakan anggaran APBN, yaitu panahan, atletik, balap sepeda disiplin jalan raya, senam, judo, karate, kickboxing, menembak, renang, taekwondo, angkat besi, serta gulat. Sementara satu cabor lainnya yaitu tenis meja meminta kepada NOC Indonesia untuk bisa berangkat dan bersedia membayar mandiri. 

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1517 seconds [12]