Liga Inggris | Detail

Bukan Newcastle United, Biaya Akuisisi Man United Jadi yang Termahal di Sepak Bola

Fitradian Dhimas Kurniawan
Rabu, 13 Oktober 2021, 21:14 WIB
Bukan Newcastle United, Biaya Akuisisi Man United Jadi yang Termahal di Sepak Bola
Logo Man United (Foto: Twitter/@ManUtd)

PUBLIK dikagetkan dengan akuisi Newcastle United dari tangan Mike Ashley oleh konsorsium Public Investment Fund (PIF). Meski begitu, akuisisi tersebut bukan pembelian klub dengan nilai termahal. 

PIF menggelontorkan uang sebesar 300 juta poundsterling (setara Rp5,8 triliun) untuk menyelesaikan proses akuisisi tersebut. The Magpies langsung masuk dalam deretan klub terkaya di dunia. 

Namun, uang yang digelontorkan PIF bukan akuisisi sebuah klub termahal. Dalam sejarah sepak bola, klub termahal yang pernah diakuisisi tak lain adalah raksasa Inggris, Manchester United.

Suporter Newcastle United merayakan pengambilalihan klub dari tangan Mike Ashley (Foto: Reuters/Lee Smith)
Suporter Newcastle United merayakan pengambilalihan klub dari tangan Mike Ashley (Foto: Reuters/Lee Smith)

Tepat 12 Mei 2005, pebisnis asal Amerika Serikat (AS), Malcolm Glazer, mengakuisisi saham mayoritas Man United. Untuk melakukan hal tersebut, dia merogoh kocek hingga 679 juta poundsterling (setara Rp13 triliun). 

Awalnya, saham Glazer di Man United hanya mencapai 2,9 persen pada 2003. Secara bertahap, mereka terus menambah angka kepemilikan, sehingga lebih dari 30 persen pada 2004.

Keadaan tersebut  mengharuskan Glazer memberikan tawaran resmi untuk mengakuisisi. Sementara itu, dua pemegang saham lainnya JP McManus dan John Magnier memiliki 28,7 persen.

Keduanya sempat ingin menggulingkan Sir Alex Ferguson gara-gara sengkarut kepemilikan kuda bernama The Rock of Gibraltar. Namun, melihat pengaruh mereka yang semakin berkurang, McManus dan Magnier akhirnya merelakan sahamnya dibeli Keluarga Glazer

Pada 12 Mei 2005, Glazer sepakat membeli saham McManus dan Magnier yang besarnya mencapai 60 persen. Kepemilikan klub resmi beralih ke tangan Glazer. 

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2501 seconds [13]