Liga Indonesia | Detail

Bobotoh Geruduk Kantor Persib Bandung, Serukan 4 Tuntutan kepada Manajemen

Iqbal Kukuh
Selasa, 21 Juni 2022, 17:36 WIB
Bobotoh Geruduk Kantor Persib Bandung, Serukan 4 Tuntutan kepada Manajemen
Ratusan Bobotoh menggelar unjuk rasa di depan kantor PT Persib Bandung Bermartabat, Selasa (21/6/2022) siang WIB (Foto: MNC Portal Indonesia/Iqbal Kukuh)

BANDUNG - Ratusan bobotoh kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/6/2022). Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pihak manajemen atas meninggalnya dua orang Bobotoh di Stadion GBLA, Jumat (17/6/2022) malam WIB. 

Aksi Bobotoh dimulai Selasa (21/6/2022) pukul 14.45 WIB. Mereka membawa spanduk berisi empat tuntutan kepada pihak manajemen. Melalui pengeras suara, kordinator aksi menyebutkan satu per satu tuntutan tersebut. 

Pertama, panitia pelaksana pertandingan dituntut permohonan maafnya sekaligus mengakui kesalahan serta kelalaian hingga menyebabkan dua orang bobotoh meninggal dunia. Kedua, bobotoh menyerukan evaluasi besar-besaran di tubuh Panpel Persib Bandung. 

Ketiga, panpel diminta mengimplementasikan pasal 54 ayat 4 dan 5 UU Keolahragaan no 11 tahun 2022 tentang pemenuhan hak suporter yang sudah mengikuti prosedur (membeli tiket). Tuntutan terakhir adalah tidak ada negosiasi sama sekali terhadap aturan. 

Perwakilan bobotoh, Ruhana mengatakan, pihaknya memberi waktu 1x24 jam kepada manajemen Persib untuk memenuhi tuntutan pertama, yakni permohonan maaf. Panpel Persib diminta mengakui insiden tersebut sebagai sebuah kelalaian, bukan musibah. 

"Kami tekankan di sini itu kelalaian dari panpel Persib. Jika dicegah dari awal, mungkin tidak akan terjadi seperti hal tersebut," tegas Ruhana. 

Jika tidak respon yang baik dari pihak manajemen Persib Bandung, bobotoh akan kembali menggelar aksi. Bahkan, bobotoh siap membawa massa dengan jumlah lebih banyak dari hari ini. 

"Kita tunggu sampai besok. Kalau memang tidak ada respons dari semua stakeholder, kita akan membuat aksi lebih besar di sini lagi, karena ini soal tentang kemanusiaan," tutup Ruhana. 

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1475 seconds [13]