logo
Balap Lainnya | Detail

Begini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan

Wikku D. Nugroho
Selasa, 20 September 2022, 00:05 WIB
Begini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan
Pajak Progresif Kendaraan. (Foto: Freepik).

JAKARTA-Cara menghitung pajak progresif kendaraan menjadi hal yang perlu diketahui oleh para pengguna kendaraan. Pajak progresif adalah salah satu tarif pungutan pajak yang dimana persentasenya didapatkan dari kuantitas atau jumlah objek pajak. 

Selain itu, pajak progresif juga dapat diambil dari nilai atau harga pada pajak suatu objek. Jenis pajak progresif dibagi menjadi dua yakni Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB dan Pajak Penghasilan atau PPh. 

Pajak progresif diberlakukan apabila dimana suatu kasus Anda ingin menjual kendaraan bermotor kepada orang lain. Tetapi Anda sebagai pemilik lama tidak melakukan proses balik nama atas kendaraan tersebut. 

Hal itu menyebabkan pemilik Anda sebagai pemilik lama diharuskan menanggung biaya pajak progresif dari kendaraan bermotor tersebut. Lalu bagaimanakah cara menghitung pajak progresif kendaraan

Berikut ini Sportstars.id akan berikan ulasan lengkap cara menghitung pajak progresif kendaraan;

Mobil Daihatsu Xenia (Sumber: Instagram)

Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan

Berdasarkan pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 menyebutkan jumlah tarif progresif dan presentasenya tidak boleh melebihi jumlah tertentu yang telah ditetapkan sesuai UU Pajak Progresif yang diberlakukan dalam setiap daerah. 

Sebagai contoh tarif progresif di wilayah DKI Jakarta mengenai Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2015 antara lain, urutan kepemilikan kendaraan pertama yakni sebesar 2%, kendaraan kedua 2,5% dan kendaraan ketiga sebesar 3%. 

Berikut cara menghitung pajak progresif mobil jika memakai aturan dari Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2015. 

Contoh perhitungan, jika Anda memiliki tiga buah mobil. Mobil tersebut dibeli pada tahun yang sama dengan merk yang sama pula. Di SNTK tercantum PKB sebesar Rp2.000.000. Dalam hal ini SWDKLLJ sebesar Rp200.000. Sehingga, NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor yang terhitung adalah, 

NJKB: (PKB/2) x 100

NJKB: (Rp2.000.000/2) x 100

NKJB: Rp100.000.000

Mobil Pertama
PKB: Rp100.000.000 x 2% = Rp 2.000.000
SWDKLLJ: Rp200.000
Pajak: Rp2.000.000 + Rp200.000 = Rp2.200.000

Mobil Kedua
PKB: Rp100.000.000 x 2,5% = Rp2.500.000
SWDKLLJ: Rp200.000
Pajak: Rp2.500.000 + Rp200.000 = Rp 2.700.000

Mobil Ketiga
PKB: Rp100.000.000 x 3% = Rp3.000.000
SWDKLLJ: Rp200.000
Pajak: Rp3.000.000 + Rp200.000 = Rp3.200.000

Demikian informasi dari Sportstars.id mengenai cara menghitung pajak progresif kendaraan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca setia Sportstars.id dimanapun berada. 
 

Editor : Hafid Fuad

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1686 seconds [13]