Hobi | Detail

Begini Cara Aman Olahraga di Masa Pandemi Covid-19

Ajeng Wirachmi
Sabtu, 07 Agustus 2021, 11:39 WIB
Begini Cara Aman Olahraga di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi olahraga di masa Pandemi Covid-19

OLAHRAGA penting dilakukan saat Pandemi. Namun, untuk melakukan olahraga di saat wabah sedang tinggi, seseorang wajib mempertimbangkan sejumlah faktor agar tubuh tetap fit. Faktor yang harus diperhatikan salah satunya usia.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Abdul Jabbar Al Hayyan, menilai bahwa masyarakat yang masih dalam usia produktif, apalagi dalam rentang 17 hingga 25 tahun masih bebas melakukan jenis olahraga apa saja mulai dari olahraga low impact hingga high impact. Namun, dia juga mengingatkan bahwa jenis olahraga juga harus ditentukan oleh kemampuan tubuh masing-masing.

“Sebenarnya, pilihan jenis olahraga itu berdasarkan kemampuan tubuhnya masing-masing. Contohnya, ada orang yang sudah usia 40 atau 45 tahun yang memang kuat lari marathon karena terbiasa lari 7 km per hari," kata pria yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini kepada Sportstars.id, Selasa (3/8/2021).

"Karena, itu sudah menjadi kebiasaan dia. Anak usia 17 tahun pun kalau memang tidak terbiasa lari marathon, ya dia tidak akan kuat. Sebetulnya, sulit mengelompokkan jenis olahraga berdasakan usia," tuturnya. 

"Semua balik lagi ke ketahanan tubuh masing-masing. Akan tetapi, sebaiknya jika masih ada di usia muda itu mencoba segala jenis olahraga,” katanya.

Anjuran dari The American Collage of School Medicine (ACSM) membuktikan bahwa seseorang idealnya membutuhkan lebih dari 1 tipe olahraga. Adapun tipe olahraga menurut Hayyan adalah endurance (lari, renang, jalan kaki, dan bersepeda), olahraga beban (angkat besi), olahraga fleksibiltas dan neuromuscular.

“Agar tidak rumit, pokoknya lakukan saja olahraga apapun,” ujar Hayyan.

Terkait dengan durasi, dosen Unair itu menganjurkan agar sebaiknya, olahraga untuk intensitas sedang dilakukan selama 150 menit per minggu, atau 75 menit per minggu. Jika kurang atau lebih dari itu, akibatnya akan lebih mudah menderita gangguan pada saluran pernapasan bagian atas.

“Hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian menahun,” jelas dia.

Lebih lanjut, frekuensi olahraga terbaik idealnya 2-3 kali per minggu. Namun, jumlah tersebut harus memenuhi kaidah durasi yang ditentukan. Jadi, dalam sekali olahraga seseorang membutuhkan waktu selama 50 menit untuk intensitas sedang dan 75 menit untuk olahraga dengan intensitas berat.

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.3083 seconds [12]