Bola Lainnya | Detail

Bayern Munchen, Satu-Satunya Juara Liga Domestik Eropa yang Untung Finansial di Tengah Pandemi

Tim Sportstars
Rabu, 12 Januari 2022, 20:01 WIB
Bayern Munchen, Satu-Satunya Juara Liga Domestik Eropa yang Untung Finansial di Tengah Pandemi
Bayern Munchen mengalami keuntungan finansial selama pandemi Covid-19 (Foto: Reuters/Wolfgang Rattay)

LONDON - Bayern Munchen merupakan satu-satunya kesebelasan dari delapan liga top Eropa yang mencatatkan keuntungan finansial selama pandemi Covid-19. Profit atau keuntungan itu didapat sepanjang tahun finansial 2020-2021. 

Data tersebut diperoleh dari laporan berjudul 'European Champions Report' keluaran KPMG. Lembaga tersebut menganalisa kesebelasan-kesebelasan yang menjadi juara di Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, Prancis, Belanda, Turki, dan Portugal. 

Dinukil dari BBC, Rabu (12/1/2022), Bayern tercatat meraup keuntungan pada 2020-2021 sebesar 1,8 juta euro (setara Rp29,3 miliar) setelah dipotong pajak. Die Roten adalah satu-satunya juara dari liga domestik Eropa yang mencatatkan keuntungan. 

Manchester City menang telak 6-3 atas Leicester City pada laga pekan 19 Liga Inggris 2021-2022 (Foto: Reuters/Carl Recine)
Manchester City mencatatkan pendapatan tertinggi (Foto: Reuters/Carl Recine)

Sekadar perbandingan, juara Liga Inggris 2020-2021, Manchester City meraup pendapatan kotor senilai 644 juta euro (setara Rp10,5 triliun). Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara tujuh jawara liga domestik lainnya. 

Akan tetapi, Man City tidak meraup keuntungan dari total pendapatan tersebut. Berbeda halnya dengan Bayern Munchen yang mencatatkan pendapatan 597,5 juta euro (setara Rp9,73 triliun). 

Di samping itu, ternyata Inter Milan tercatat kehilangan pendapatan sebesar 245,6 juta euro (setara Rp4 triliun)! Anjloknya pendapatan I Nerazzurri sungguh ironis. Sebab, mereka berstatus sebagai juara Liga Italia 2020-2021. 

Kehilangan pendapatan juga dirasakan oleh jawara Liga Spanyol 2020-2021 Atletico Madrid. Namun, Los Colchoneros tidak separah Inter Milan. Mereka 'hanya' kehilangan pendapatan sebesar 111,7 juta euro (setara Rp1,8 triliun). 

(Haya Aulia)

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1195 seconds [13]