Hobi | Detail

Bagaimana Pukulan Smash Bisa Mematikan dalam Bulu Tangkis?

Muammar Yahya Herdana
Minggu, 01 Agustus 2021, 11:39 WIB
Bagaimana Pukulan Smash Bisa Mematikan dalam Bulu Tangkis?
Hendra Setiawan melakukan jump smash saat melawan pasangan Malaysia di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: REUTERS)

HINGGA kini, bulu tangkis disebut sebagai olahraga raket tercepat di dunia. Meski begitu, shuttlecock bulu tangkis yang terbuat dari bulu angsa yang ditancapkan pada sebuah gabus berbentuk bulat tidak dirancang memiliki kecepatan tinggi.

Untuk menghasilkan pukulan yang sangat cepat, smash menjadi pukulan yang tepat. Meski begitu, tidak semua kecepatan shuttlecock dalam smash ditentukan banyak faktor yang mendukung, dan setiap orang akan memiliki kecepatan yang berbeda-beda.

Smash merupakan sebuah pukulan yang dilakukan dengan melompat tinggi saat memukul shuttlecock dengan raket. Pukulan ini bertujuan menghasilkan pukulan yang cepat dan tajam dan dapat mematikan lawan.

Saat ini, rekor pukulan tercepat berhasil dilakukan oleh Tan Boon Heong pada 2013 silam. Pebulu tangkis asal Malaysia tersebut mampu melejitkan shuttlecock hingga mencapai kecepatan 493 km per jam.

Semakin tinggi tinggi postur dan kekuatan seorang pemain, semakin baik smash yang akan dihasilkan. Itulah sebabnya pemain yang lebih tinggi dan memiliki lengan lebih kuat lebih mahir. Itu juga mengapa smash pemain pria biasanya lebih cepat daripada smash pemain wanita pada tingkat profesional.

Selain itu, mantan kepala pelatih tim Denmark, Steen Pedersen, sebuah smash harus dibarengi dengan beberapa pukulan penting lainnya. Sebab, smash merupakan sebuah pukulan yang tidak dapat diciptakan sendiri.

"Smash adalah keterampilan yang sangat berharga tetapi tidak bisa berdiri sendiri. Anda harus memiliki pertahanan yang baik dan permainan net yang bagus," kata Steen Pedersen dilansir dari Reuters, Minggu (1/8/2021).

Pebulu tangkis asal China, Chen Long, memiliki postur 187 cm mampu melakukan pukulan yang sangat kuat sehingga lawannya Chou Tien-Chen terkapar di lapangan dengan terengah-engah di partai perempat final Olimpiade Tokyo 2020.

Sementara itu, pebulu tangkis asal Denmark, Viktor Axelsen, dengan postur 194 cm, mampu menghasilkan sebuah smash dengan kecepatan 404 km per jam di perempat final Olimpiade. Dan tunggal putri asal India, Pusarla V Sindhu, mampu menghasilkan smash dengan kecepatan 336 km per jam saat melawan Tai Tzu Ying di partai semifinal.

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2071 seconds [12]