logo
Liga Indonesia | Detail

Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Laporkan PSSI Hingga Mantan Kapolres atas Dugaan Pembunuhan Berencana

Avirista Midaada
Kamis, 10 November 2022, 09:45 WIB
Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Laporkan PSSI Hingga Mantan Kapolres atas Dugaan Pembunuhan Berencana
Devi Athok Yulfitri laporan ke SPKT Polres Malang (Foto: Avirista Midaada/MPI)

MALANG - Devi Athok Yulfitri, ayah dari dua korban tragedi Kanjuruhan Malang melaporkan dugaan pembunuhan anaknya ke Polres Malang. Devi Athok melaporkan dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan dengan terlapor dalam hal ini PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI).

Laporan dilayangkan di SPKT Polres Malang pada Rabu (9/11/2022) didampingi oleh tim kuasa hukumnya dari Tim Advokasi Korban Tragedi Kanjuruhan (Tatak). 

Kuasa hukum Devi Athok Imam Hidayat mengatakan, laporan yang dilayangkan ke Polres Malang tersebut terkait tewasnya dua putri Devi Athok dalam peristiwa tragedi Kanjuruhan berinisial NDR (16) dan NDA (14) yang meninggal dunia.

"Kami melaporkan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana. Kemudian, juga ada Pasal 55 dan Pasal 56. Artinya ini dugaan, kita melaporkan ke Polres Malang," kata Imam, pada wartawan Rabu malam (9/11/2022).

Dalam laporan yang diajukan pihaknya telah melampirkan bukti-bukti berupa surat kematian dan foto-foto dua korban dari putri Devi Athok, warga Bululawang ini. Bahkan tim kuasa hukum juga telah menyiapkan empat orang saksi terkait pelaporan tersebut.

"Kami juga sudah menyiapkan empat orang saksi. Tapi belum bisa kami sampaikan siapa saja empat orang itu, karena mereka juga perlu kami lindungi," ujarnya.

Adapun pihak terlapor dikatakan Imam yakni federasi persepakbolaan Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) selaku perusahaan Arema FC, serta oknum aparat penembak gas air mata ke tribun 13. 

Tak hanya itu, pihak broadcaster dalam hal ini Indosiar, dua pimpinan polisi yakni mantan Kapolres Malang dan mantan Kapolda Jawa Timur juga diajukan dalam laporan tersebut. 

"Mereka yang diduga melakukan tindak pidana Pasal 338 dan Pasal 340, Juncto Pasal 55 dan Pasal 56," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (5/11/2022), proses autopsi dilakukan kepada NDR (16) dan NDA (13) yang merupakan kakak beradik, anak dari Devi Athok. Devi Athok merupakan warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proses autopsi dilakukan di Pemakaman Umum Dusun patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Dua korban tragedi Kanjuruhan tersebut dimakamkan berdampingan dengan makam ibu mereka yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala, dan leher serta asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan termasuk luka berat.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1752 seconds [13]