Hobi | Detail

ATVSI Minta KPI Pahami Kondisi Penyiaran Sedang Terjadi Persaingan Tidak Sehat

Tim Sportstars
Selasa, 09 November 2021, 10:29 WIB
ATVSI Minta KPI Pahami Kondisi Penyiaran Sedang Terjadi Persaingan Tidak Sehat
Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Syafril Nasution meminta KPI memahami kondisi penyiaran di mana terjadi persaingan yang sangat tidak sehat (FOTO: MPI),

JAKARTA – Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Syafril Nasution meminta KPI memahami kondisi penyiaran di mana terjadi persaingan yang sangat tidak sehat. ATVSI bersama 3 organisasi penyiaran lainnya membentuk Asosiasi Penyiaran menolak perubahan dan penetapan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Selain ATVSI, ada 3 organisasi penyiaran lainnya yang ikut menolak perubahan dan penetapan P3SPS oleh KPI. Yaitu Asosiasi Televisi Nasional Indonesia (ATVNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) dan Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI).

Syafril Nasution sendiri menyebut penolakan itu dikarenakan, keputusan diambil tanpa melibatkan pelaku industri, walau secara tegas pada UU Penyiaran No. 32/2002 pasal 8 ayat 2 (b) menyebutkan Prilaku Pedoman Penyiaran Diusulkan oleh Asosiasi atau Masyarakat

“Kami meminta KPI memahami kondisi penyiaran saat ini di mana ada ketidaksetaraan dan keseimbangan peraturan isi siaran antara TV FTA dengan OTT atau Media Baru, sehingga terjadi persaingan yang sangat tidak sehat,” tegas Syafril Nasution kepada Okezone.com, Selasa (9/11/2021). 

Menurut Syafril, selama ini KPI sering menyampaikan bahwa mereka mengetahui dan memahami persaingan tidak sehat tersebut, tetapi KPI tidak ada tindakan yang dilakukan dalam membela penyiaran Indonesia.

“Seharusnya KPI mendorong DPR mempercepat revisi UU Penyiaran untuk mengatur konten pada OTT atau Media Baru agar wibawa KPI pada industri penyiaran ini terlihat gagah,” tutup Syafril. 

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.7949 seconds [13]