Ragam Lainnya | Detail

Atlet Tagih Bonus, Pemerintah Tuntut Prestasi Berkelanjutan

Basudiwa Supraja
Sabtu, 04 Desember 2021, 13:09 WIB
Atlet Tagih Bonus, Pemerintah Tuntut Prestasi Berkelanjutan
Menpora RI, Zainudin Amali.

MEDAN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Zainudin Amali, akan menagih prestasi kepada para atlet dari cabang olahraga (cabor) yang menjanjikan sejumlah prestasi saat pengajuan proposal. Dia menekankan bahwa pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) akan buat aturan jelas tentang uang negara yang dijadikan bonus nantinya dan harus ada hasil.

“Kita akan buat aturan agar tahu bahwa ini uang negara dan harus ada hasil,” tegas Menpora Amali dalam konferensi pers pada Sabtu (4/12/2021).

Dia juga meluruskan terkait tuduhan negatif terhadap pemerintah yang belum menyerahkan bonus yang dijanjikan kepada para atlet bulu tangkis selepas menjuarai Piala Thomas 2020 lalu. Amali menjelaskan bahwa bonus yang diberikan tersebut merupakan bagian dari uang negara yang dipantau secara langsung oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK).

“Karena ini uang negara jadi harus hati-hati dan jangan ditafsirkan bahwa kami tidak peduli dan lain-lain. Karena saya yang akan diperiksa BPK nanti. Maka kami serahkan kepada PBSI bukan per orang,” jelas Amali.

Amali juga menekankan bahwa saat ini cabor-cabor tidak bisa sembarangan lagi mengirim proposal dan memberi janji. Pihaknya akan mengirim tim review untuk memastikan uang yang digelontorkan pemerintah nanti benar dapat membuahkan hasil.

“Ada cabor yang sampaikan ingin kejuaraan dan minta difasilitasi lalu janjikan tiga emas, kami akan kirim tim review untuk mengecek agar kita bisa ukur,” tutur Menpora Amali.

“Cabor tidak bisa sembarangan kirim proposal dan janjikan tiga emas. Kita akan perketat cabor yang asal janji. Kita akan lebih tegaskan lagi,” tambahnya.

Terkait dengan bonus yang diberikan kepada atlet pemenang Piala Thomas 2020 lalu, Amali juga mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah menunggu momen yang baik agar tidak ada yang tidak dapat bonus. Pasalnya turnamen tersebut bersifat tim dan bukan perorangan.

“Sebenarnya kita merencanakan Tim Thomas ini setelah selesai semua rangkaian kegiatan untuk bisa diterima oleh presiden di istana. Seperti saat Olimpiade Tokyo 2020 kemarin,” imbuhnya.

Editor : Hendry Kurniawan

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1162 seconds [13]