logo
Ragam Lainnya | Detail

Ada Filosofi Taktik Catenaccio Herrera dalam Cara BRI Melawan Serangan Kejahatan Siber

Maruf
Jum'at, 20 Januari 2023, 23:47 WIB
Ada Filosofi Taktik Catenaccio Herrera dalam Cara BRI Melawan Serangan Kejahatan Siber
Timnas Italia juara Piala Dunia 1934 (Foto: ESPN)

JAKARTA – Saat masih menjadi pelatih Manchester United, Alex Ferguson mengatakan pertahanan terbaik adalah menyerang. Banyak orang tentu mengamini pernyataan ini. Terutama mereka yang mendifinisikan keindahan sepak bola adalah menyerang. 

Tapi, tak sedikit pula yang mengagumi gaya permainan sepak bola bertahan seperti yang dilakukan oleh Jose Mourinho. Mendapat banyak kritik, Mourinho adalah pelatih yang memilih jalan berbeda dengan memperkuat pertahanan dalam setiap tim yang ditangani. Hasilnya, di masa keemasannya sebagai pelatih, dia berhasil mempersembahkan banyak gelar kepada klub. 

Jauh sebelum Mourinho, sepak bola dunia juga sudah mengenal apa yang disebut catenaccio. Ini adalah istilah dari Italia yang berarti 'gerendel pintu'. Dalam gaya sepak bola ini, fokus utamanya adalah memperketat pertahanan. Menariknya, meski dari Italia, gaya sepak bola ini justru dipelajari dari pelatih Austria Karl Rappan 

Lepas dari akar catenaccio, strategi ini dikenal luas ketika pada tahun 1960-an Helenio Herrera menerapkannya pada Inter Milan. Dengan gaya tersebut, Herrera sukses menguasai sepak bola Italia dan Eropa dengan memberikan tiga gelar Serie A, dua trofi European Cup atau sekarang dikenal dengan Liga Champions serta dua trofi Piala Interkontinental. Taktik ini bahkan kemudian menjadi identitas dari permainan sepak bola Italia. 

Mantan pelatih Inter Milan Helenio Herrera. (Foto: LCFC)

Prinsip dasar dari catenaccio adalah permainan dengan pertahanan terorganisir, efektif mencegah lawan mencetak gol. Kuncinya ada pada seorang libero yang berdiri bebas di depan penjaga gawang tapi tepat di belakang tiga pemain belakang. Tugas utamanya libero tersebut adalah menghentikan pergerakan penyerang lawan dan membuang bola yang berada di wilayah pertahanannya 

Bedanya, di bawah Herrera, catenaccio tak sebatas lini pertahanan, tapi juga menjadi senjata mematikan melalui serangan balik. Sehingga catenaccio ditangan Herrera  tidak sekadar bertahan total. Di sinilah keindahan dari taktik catenaccio, bagaimana mengabungkan teknik bertahan yang rapi dan terstruktur, tapi juga bisa melakukan serangan balik mematikan untuk meraih kemenangan. 

 

Follow Berita Sportstars di Google News

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1820 seconds [12]