logo
Liga Champions | Detail

Belajar 5 Kemenangan di Injury Time Paling Dramatis dalam Sejarah Liga Champions, Nomor 1 DNA Real Madrid

Wikku D. Nugroho
Jum'at, 09 September 2022, 12:45 WIB
Belajar 5 Kemenangan di Injury Time Paling Dramatis dalam Sejarah Liga Champions, Nomor 1 DNA Real Madrid
Gol dari Sergio Ramos antarkan kemenangan untuk Real di Madrid di partai final Liga Champions 2013-2014. (Foto: Marca).

JAKARTA-Kemenangan di injury time paling dramatis dalam sejarah Liga Champions menarik untuk diulas kali ini. Liga Champions menjadi ajang sepak bola termegah di Liga Benua Eropa. 

Turnamen ini mempertemukan para tim juara di masing-masing Liga di tanah Eropa. Tak jarang pula terjadi hal-hal menarik di sepanjang sejarah gelarannya, termasuk kemenangan di injury time atau perpanjang waktu. 

Berikut ini Sportstars.id akan berikan ulasan lengkap kemenangan di injury time paling dramatis dalam sejarah Liga Champions

Kemenangan di Injury Time Paling Dramatis dalam Sejarah Liga Champions

  1. Manchester United vs Bayern Munchen (1998-1999)

Ole Gunnar Solksjaer. (Foto: en.as).

Kemenangan di injury time paling dramatis dalam sejarah Liga Champions diawali dari pertandingan Manchester United versus Bayern Munchen. 

Laga ikonik itu terjadi pada laga final Liga Champions 1998-1999. Pada laga tersebut, Manchester United sempat tertinggal 0-1 dari Bayern Munchen. 

Satu gol dari Bayern Munchen dicetak oleh Mario Basler. Namun keajaiban terjadi, Manchester United mampu menyamakan kedudukan lewat gol Teddy Sheringham di menit ke 90+1. 

Dua menit berselang, Dewi Fortuna seakan-akan memihak kepada Manchester United. Lagi-lagi Ole Gunnar Solksjaer berhasil membuat klub berjuluk The Red Devils itu unggul dan keluar sebagai juara Liga Champions 1998-1999. 

  1. Barcelona vs Chelsea (2008-2009)

Andres Iniesta. (Foto: Sky Sports).

Selanjutnya ada kemenangan dramatis yang terjadi di laga Barcelona melawan Chelsea. Laga leg kedua semifinal Liga Champions tersebut digelar di markas Chelsea, Stamford Bridge. 

Sebelumnya kedua tim hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 di leg pertama. Namun Chelsea sempat unggul 1-0 lewat gol sepakan indah dan terarah Michael Essien di menit ke-9. Gol tersebut tidak bisa ditepis oleh kiper Barcelona, Victor Valdes. 

Hingga menit ke-90, Chelsea masih unggul satu gol. Namun wasit Tom Henning Ovrebo memberikan tambahan waktu. Di tambahan waktu menit ke-93, Andres Iniesta berhasil menyamakan kedudukan. 

Di laga tersebut Barcelona berhak lolos ke partai final Liga Champions. Pada musim itu pula Barcelona keluar sebagai pemenang di Liga Champions musim 2008-2009. 

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1853 seconds [13]