Liga Champions | Detail

5 Fakta FC Sheriff Tiraspol, Debutan Liga Champions 2021-2021 yang Akan Menghadapi Dua Juara Liga Champions

Furqon Al Fauzi
Selasa, 14 September 2021, 07:33 WIB
 5 Fakta FC Sheriff Tiraspol, Debutan Liga Champions 2021-2021 yang Akan   Menghadapi Dua Juara Liga Champions
FC Sheriff Tiraspol, debutan di Liga Champions musim 2021-2022 (Foto: FC Sheriff Tiraspol)

LIGA Champions Eropa musim 2021-2022 akan dimulai malam nanti. FC Sheriff Tiraspol, jadi satu-satunya tim debutan yang akan tampil di fase grup turnamen kasta tertinggi di Benua Biru ini. Sheriff Tiraspol mencatatkan sejumlah cerita manis untuk sampai pada putaran final Liga Champions. 

Mereka bahkan harus melewati empat tahapan babak kualifikasi hingga play-off untuk sampai pada babak grup utama Liga Champions musim ini.

Berikut 5 fakta Sheriff Tiraspol, tim debutan yang akan menghadapi raksasa Eropa Real Madrid dan Inter Milan serta tim sarat pengalaman di turnamen Benua Biru Shaktar Donetsk yang dirangkum oleh sportstars.id:

Klub Liga Moldova Pertama di Putaran Grup Liga Champions

Sheriff Tiraspol tercatat sebagai klub wakil Liga Moldova pertama dalam sejarah putaran final grup Liga Champions musim ini. Sebelumnya, penampilan Sheriff  Tiraspol di kompetisi Benua Biru hanya sebatas di Liga Europa.

Namun pada musim ini, kisah manis ditorehkan Sheriff Tiraspol di turnamen tertinggi Benua Eropa. Bahkan, mereka akan mendapati pengalaman berharga dengan menghadapi dua juara Liga Champions, yakni pengoleksi gelar terbanyak, Real Madrid dan Inter Milan.

Baru Berusia 24 Tahun

Sheriff Tiraspol bisa dibilang sebagai klub muda namun telah mencatatkan sejumlah prestasi gemilang. Sheriff Tiraspol berdiri pada 1997 (24 tahun). Klub berjuluk The Wasps ini didirikan oleh mantan polisi rahasia bernama Victor Gusan. 

Lewat perusahaannya yang bernama Sheriff, Gusan mengakuisisi klub bernama Tiras Tiraspol yang saat itu masih berada di kasta ketiga Liga Moldova. Gusan kemudian mengganti nama klub menjadi Sheriff Tiraspol. 

Hanya butuh dua tahun bagi Gusan untuk membawa Sheriff Tiraspol promosi ke kasta tertinggi sepak bola Moldova hingga saat ini menguasai kompetisi domestik.

Bagian dari Negara Tak Diakui PBB

Sheriff Tiraspol berasal dari Tiraspol yakni ibu kota Transnistria yang merupakan negara tak berdaulat di Moldova. Transnistria sendiri merupakan sebuah negara otonom. Layaknya sebuah negara, Transnistria memiliki pemerintahan sendiri dan bendera sendiri. 

Penduduk Transnistria sendiri mayoritas berasal dari keturunan Rusia dan Ukraina, beda dengan Moldova yang mayoritas berasal dari etnis Rumania. Dalam sejarahnya, Transnistria dan Moldova sempat berperang. Setelah runtuhnya Uni Soviet, kedua negara ini melakukan gencatan senjata. 

Meski berstatus negara, Transnistria nyatanya tak diakui oleh dunia internasional dan PBB. Mereka menganggap Transnistria adalah bagian dari Moldova. Alhasil, Moldova menjadikan Transnistria sebagai daerah otonomi khusus dan menjadi bagian dari negara Moldova.

Hal tersebut pun berimbas pada Sheriff Tiraspol yang akhirnya ambil bagian di Liga Nasional Moldova, kompetisi sepak bola tertinggi di Moldova.

Penguasa Kompetisi Domestik

Sheriff telah mendominasi sepak bola Moldova selama bertahun-tahun. Mereka telah memenangkan 19 gelar liga sejak 2001, termasuk sembilan dari 10 gelar terakhir dan enam gelar berturut-turut dari 2015. 

Sejak didirikan pada 1997 dan dipromosikan ke papan atas Moldova (Divizia Nationale) setahun kemudian, Sheriff telah mengambilalih kekuatan tradisional FC Zimbriu dan menguasai liga domestik sejak saat itu.

Sejak debut di kasta tertinggi, hanya pada musim 2010-11 dan 2014-15 Sheriff Tiraspol tidak memenangkan gelar Liga Moldova. Namun, banyak orang di kota Tiraspol tidak menganggap diri mereka sebagai bagian dari Moldova sama sekali.

Stadion Sendiri

Kompleks Stadion Sheriff, markas mereka memainkan pertandingan kandang baru selesai dibangun pada 2002 lalu dengan biaya sekitar $200 juta. 

Tidak ada klub lain di Moldova, selain FC Zimbru, yang memiliki stadion dan fasilitas pelatihan milik mereka sendiri. Namun butuh dua dekade bagi Sheriff untuk lolos dari  kualifikasi hingga ke putaran grup Liga Champions.
 

Editor : Coro Mountana

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.6059 seconds [12]