Ragam Lainnya | Detail

2 Nomor Pertandingan SEA Games 2021 Dikabarkan Dihapus, Ini Penjelasn CdM Indonesia

Andhika Khoirul Huda
Kamis, 05 Mei 2022, 16:03 WIB
2 Nomor Pertandingan SEA Games 2021 Dikabarkan Dihapus, Ini Penjelasn CdM Indonesia
CdM Indonesia untuk SEA Games 2021, Ferry J Kono (tengah) (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA – Sebanyak dua nomor pertandingan dalam gelaran SEA Games 2021 dikabarkan dihapus. Hal ini cukup merugikan Indonesia karena berpeluang meraih medali pada nomor tersebut. Chief demission (CdM) Kontingen Indonesia di SEA Games 2021, Ferry J Kono pun buka suara.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini tersebar kabar bahwa semua nomor angkat besi putri akan dihapus dari SEA Games 2021 karena kuota peserta yang tak terpenuhi. Sejauh ini, hanya Indonesia dan Thailand yang mendaftar pada nomor tersebut.

Padahal, Tim Merah Putih berpeluang besar untuk mendapatkan medali dari nomor angkat besi putri. Pasalnya, terdapat sejumlah pemain berprestasi seperti Windy Cantika Aisyah yang mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.

Kendati demikian, Ferry menegaskan bahwa kabar tersebut adalah berita bohong alias hoax. Ferry mengatakan tidak ada pembahasan mengenai masalah tersebut pada Delegation Registration Meeting (DRM).

“Tidak ada pembahasan tersebut dalam DRM jadi itu kabar hoax,” kata Ferry dikutip dari rilis Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Kamis (5/5/2022).

Selain angkat besi putri, Ferry juga menjelaskan mengenai status nomor tolak peluru putri, yang juga dikabarkan terancam terhapus karena kekurangan peserta. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NOC Indonesia itu menyebutkan untuk tolak peluru putri masih dalam tahap pembahasan dengan pihak penyelenggara.

“Dalam aturan SEAGF,  tolak peluru putri itu bisa dimainkan jika ada tiga atlet. Namun, technical handbook (THB) tertulis tiga negara. Dalam DRM (Delegation Registration Meeting) kemarin ada 3 atlet dari dua negara, yaitu Thailand dan Indonesia untuk tolak peluru putri, sehingga ini masih dalam tahap pembahasan,” jelas Ferry.

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1326 seconds [12]